Posted by: elizabethfang on: February 19, 2008
Simple Ways To Have A Simple Life At Work
By : Elizabeth Fang
Pernahkah Anda merasa bahwa hidup yang telah Anda jalani ternyata banyak dihabiskan untuk bekerja, dan Anda merasa dikuasai oleh pekerjaan? Seperti halnya diet untuk tubuh, mungkin pekerjaan Anda juga membutuhkan hal yang sama.
Sewaktu memeriksa daftar tugas yang harus dikerjakannya, Donny (37), seorang eksekutif yang memulai karirnya sejak usia awal duapuluhan, tiba-tiba tersadar betapa kacau dan tidak seimbang hidupnya. Ia mencintai pekerjaannya, dan setiap kali memulai proyek baru, ia tidak pernah punya waktu untuk melepaskan diri.
Suatu hari, setelah membaca artikel di sebuah majalah ibukota, ia memutuskan bahwa sudah tiba saatnya baginya untuk melakukan penyederhanaan dalam karirnya. Proses itu berjalan secara bertahap, namun ia merasa lebih produktif , lebih kreatif, dan dapat berpikir lebih lanjut tentang apa yang ingin dilakukannya dalam hidup.
Donny membagi kesuksesannya menerapkan cara kerja agar memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati hidup.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh Yankelovich baru-baru ini menunjukkan bahwa orang mulai mengubah pandangan tentang jumlahjam kerja. Separuh dari mereka bahkan rela berganti pekerjaan agar memiliki lebih banyak waktu luang untuk keluarga. Mungkin akan tiba saatnya masa dimana jadwal kerja selama dua dasawarsa terakhit ini akan dipandang sebagai hal yang paling sinting yang pernah terjadi dalam budaya manusia.
Elaine St. James, penulis buku bestseller Simplify Your Life memaparkan beberapa tip mudah yang dapat Anda lakukan tanpa menyadarinya agar tidak membawa pulang pekerjaan Anda. “Tinggallkan tas kerja Anda di kantor, sedikitnya dua hari dalam seminggu,” tulisnya. Dengan demikian Anda dapat melakukan rencana kegiatan yang tidak memungkinkan Anda untuk bekerja di rumah sesudah jam kantor.
Cara lainnya menurut Elaine adalah dengan menghindari bekerja di akhir pekan. “Jika Anda sering membawa pulang pekerjaan untuk diselesaikan selama akhir pekan, bisa jadi Anda tidak bekerja selama efektif selama seminggu sebagaimana seharusnya,” katanya.
Bekerja berlebihan mengakibatkan timbulnya stress, dan stress menyebabkan penyakit. Penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health menunjukkkan bahwa 70 persen penyakit era millennium ini berkaitan erat dengan stress.
Lebih dari separuh warga di Jakarta menghabiskan waktu lebih dari dua jam atau lebih setiap harinya untuk perjalanan pulang-pergi kantor. Ini berarti rata-rata setiap orang menghabiskan waktu setara dengan sebulan penuh setiap tahunnya hanya untuk perjalanan ke kantor. Jika memungkinkan, carilah pekerjaan yang lokasinya berdekatan dengan tempat kerja. Atau jika tidak memungkinkan, gunakan waktu sepanjang perjalanan itu untuk meningkatkan spiritualitas. Jika Anda mengendarai mobil, dengarkanlah musik yang memberi inspirasi atau bersenandunglah dengan irama yang membahagiakan hati. “Belajarlah menikmati kesenyapan, karena dalam kesenyapan, ada kesempatan untuk berpikir,“ tulis Elaine.
Penelitian mengungkapkan bahwa saat kita tersenyum, tubuh kita melepas zat endorphin ke dalam otak. Zat ini bahkan dapat digunakan untuk kepentingan kita di tempat kerja. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari seni tersenyum dalam hati. Elaine memaparkan, maksudnya adalah tersenyum dalam hati tanpa terlalu terlihat oleh orang lain tetapi berdampak kuat pada kemampuan kita untuk bersikap positif terhadap segala masalah, tantangan, dan interaksi yang ada. Zat endorfin membuat jiwa kita tenang tetapi pada saat yang bersamaan juga membuat pikiran kita menjadi awas. Ia membuat tubuh menjadi lebih ringan dan berenergi. Resapilah kegembiraan yang timbul, kata Elaine james. Pertajamlah rasa gembira itu dengan memusatkan perhatian dan berlatihlah untuk mempertahankannya.
Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dapat mengacaukan jadwal kerja dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Belum lagi mutu pekerjaan dan perasaan kita terhadap pekerjaan itu. Apa yang menyebabkan orang seriingkali menunda pekerjaan, dipaparkan Eileen, umumnya dikarenakan empat hal. Melakukannya secara tidak sadar untuk menantang diri kita sendiri, menunda karena merasa perfeksionis, menunda karena takut gagal, dan menunda karena takut berhasil. Lantas apa yang dapat kta perbuat? Eileen menyarankan agar mengatur ulang jadwal kerja dan kegiatan sehingga terpaksa untuk memanfaatkan semua bakat yang ada untuk menyelesaikan tugas. „belajarlah untuk menghargai kesungguhan untuk berbuat sebaik mungkin karena Anda tahu, kalau mau, Anda bisa terus melakukan yang lebih baik lagi,“ kata Eileen.
Salah satu batu sandungan terbesar bagi orang yang ingin menyederhanakan kehidupan kerja mereka adalah ketakutan jika mereka mengurangi pekerjaan, keuangan mereka juga akan berkurang. „Kebanyakan orang berprinsip bekerja untuk uang. Itulah sebabnya mereka tidak pernah menikmati seni bekerja,“ tulis James dalam bukunya. Hasilnya adalah, seberapa beratpun Anda bekerja, seberapa besar yang Anda hasilkan, Anda tidak akan pernah merasa cukup dengan finansial yang didapatkan. Rumus kekayaan sejati menurut Thomas J. Stanley dan William Danko, penulis buku The Millionaire Next Door sederhana saja; cari uang, tabung, dan investasikan. William dalam bukunya menuliskan, kebanyakan orang melangkah mundur; mencari uang dan kemudian membelanjakannya. Saran William, ganti kegembiraan sesaat berbelanja dengan disiplin diri dan rencana jangka panjang.
Dalam sebuah penelitian dari American Psychosomatic Society yang dipublikasikan oleh majalah Time, dipaparkan bahwa cuti berdampak meremajakan. Penelitian yang dilakukan selama dua decade tersebut mennyimpulkan bahwa orang yang mengambil cuti tahunan kemungkinan meninggalnya 21% lebih rendah dibanding dengan yang tidak mengambil cuti tahunan.
Dikatakan oleh Eileen Rachman, psikolog dari Lembaga Expert, salah satu alasan mengapa kebanyakan orang menganggap cuti juga melelahkan adalah karena selama itu kita mencemaskan pekerjaan dan apa yang terjadi di kantor. “Kita seringkali terperangkap bahwa pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa kehadiran kita,” kata Eileen. Cuti panjang memungkinkan kita untuk memulihkan kesehatan tubuh dan jiwa, berjalan-jalan dan mempelajari kebudayaan baru, serta memberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan dan keluarga. Tidak butuh waktu yang lama bagi Donny untuk memutar balikkan hidupnya. Ia hanya bermodalkan keyakinan dan semangat untuk menjalani hidup yang baru. Semenjak saat itu, Donny memiliki pemahaman baru mengenai hidup dan pekerjaannya, serta alasan mengapa ia bekerja. Keyakinannya selama bertahun-tahun adalah ia bekerja untuk mencari uang – sebagimana yang disadari oleh banyak orang lain juga, Namun, ia menyadari bahwa uang bukanlah alasan yang cukup kuat untuk membanting tulang habis-habisan. Ia kini memperoleh imbalan yang paling memuaskan, karena ia menyukai pekerjaan yang dilakukannya.
Published in Male Emporium Asia Magazine, Januari 2008