<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memburu Hantu Di Layar Lebar</title>
	<atom:link href="http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/</link>
	<description>Note of your mind</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2008 04:52:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Mel</title>
		<link>http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/#comment-13</link>
		<dc:creator>Mel</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 04:52:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/#comment-13</guid>
		<description>wah, sama banget sama dyahmega.... paling anti ntn fil horor zejak tinggal sendiri alias ng-kost. Biasanya abiz ntn fil horor yang ada kebayang2 gitu...

Efek ntn horor bisa semingguan gitu.. jadi spoky terhadap segala hal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, sama banget sama dyahmega&#8230;. paling anti ntn fil horor zejak tinggal sendiri alias ng-kost. Biasanya abiz ntn fil horor yang ada kebayang2 gitu&#8230;</p>
<p>Efek ntn horor bisa semingguan gitu.. jadi spoky terhadap segala hal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan</title>
		<link>http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/#comment-11</link>
		<dc:creator>Irfan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 07:20:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/#comment-11</guid>
		<description>Biasa ja. Kurang mencekam ah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasa ja. Kurang mencekam ah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dyanmega</title>
		<link>http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/#comment-2</link>
		<dc:creator>dyanmega</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 03:19:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elizabethfang.wordpress.com/2008/01/02/memburu-hantu-di-layar-lebar/#comment-2</guid>
		<description>Jujur, saya termasuk orang yang kurang tertarik menyiksa diri dengan menonton tayangan berbau horror semacam itu (apalagi saya penakut), film horror yang saya tonton mungkin lebih ke western style soalnya kita gak bersinggungan langsung dengan atmospher para hantunya.
Menonton di Tv saja enggan apalagi meluangkan waktu untuk menonton ke bioskop yang suaranya surround, bisa gak tidur semingguan deh ^^;
Kalau hantu adalah artis atau aktor, mereka mungkin sudah kaya di Indonesia karena akan sering mengisi layar kaca atau bioskop-bisokop dengan film horror yang membuat bulu kuduk berdiri, karena masyarakat kita memang punya budaya senang ‘ditakut-takuti’. Hal itu semacam kebutuhan akan ketegangan yang kadang diperlukan terutama oleh masyarakat kota besar yang membutuhkan penyaluran untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Menjerit, gemetaran benar-benar suatu bentuk luapan emosi yang bebas dan hal itu bisa didapat salah satunya dari menonton film horror.
Artikelnya bagus terutama bagian jenis-jenis hantu menurut daerah, bagi beberapa orang yang penakut jadi punya pilihan untuk menonton horror jenis lain selain horror Indonesia seperti south asia horror movie (Sadako, Ju on), us (Friday the 13th), europe (vampire, dracula) dsb. Nice, Keep writing! ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jujur, saya termasuk orang yang kurang tertarik menyiksa diri dengan menonton tayangan berbau horror semacam itu (apalagi saya penakut), film horror yang saya tonton mungkin lebih ke western style soalnya kita gak bersinggungan langsung dengan atmospher para hantunya.<br />
Menonton di Tv saja enggan apalagi meluangkan waktu untuk menonton ke bioskop yang suaranya surround, bisa gak tidur semingguan deh ^^;<br />
Kalau hantu adalah artis atau aktor, mereka mungkin sudah kaya di Indonesia karena akan sering mengisi layar kaca atau bioskop-bisokop dengan film horror yang membuat bulu kuduk berdiri, karena masyarakat kita memang punya budaya senang ‘ditakut-takuti’. Hal itu semacam kebutuhan akan ketegangan yang kadang diperlukan terutama oleh masyarakat kota besar yang membutuhkan penyaluran untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Menjerit, gemetaran benar-benar suatu bentuk luapan emosi yang bebas dan hal itu bisa didapat salah satunya dari menonton film horror.<br />
Artikelnya bagus terutama bagian jenis-jenis hantu menurut daerah, bagi beberapa orang yang penakut jadi punya pilihan untuk menonton horror jenis lain selain horror Indonesia seperti south asia horror movie (Sadako, Ju on), us (Friday the 13th), europe (vampire, dracula) dsb. Nice, Keep writing! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
